Contoh Gambar Iklan Komersial

contoh gambar iklan komersial

20 Contoh Iklan Komersial dan Gambar Lengkap – YuKampus | contoh gambar iklan komersial

Image Source: blogspot.com

contoh gambar iklan komersial
20+ Contoh Iklan Menarik Penawaran, Jasa, Makanan, Minuman dalam | contoh gambar iklan komersial

Image Source: pinimg.com

contoh gambar iklan komersial
Jenis-jenis Iklan Beserta Contohnya – HaloEdukasi.com | contoh gambar iklan komersial

Image Source: haloedukasi.com

contoh gambar iklan komersial
20+ Ide Gambar Poster Iklan Komersial Terbaru Postercov | contoh gambar iklan komersial

Image Source: ytimg.com

contoh gambar iklan komersial
tolong kirim beserta fotonya ya contoh iklan komersil ckup 20 saja | contoh gambar iklan komersial

Image Source: z-dn.net

contoh gambar iklan komersial
20+ Contoh Iklan Beserta Gambarnya, Strukturnya yang Menarik | contoh gambar iklan komersial

Image Source: i0.wp.com

contoh gambar iklan komersial
Jenis-Jenis Iklan Beserta Contoh, Gambar, dan Penjelasannya | contoh gambar iklan komersial

Image Source: zonareferensi.com

contoh gambar iklan komersial
20+ Contoh Iklan Beserta Gambarnya, Strukturnya yang Menarik | contoh gambar iklan komersial

Image Source: salamadian.com

contoh gambar iklan komersial
Contoh Iklan Komersial dan Gambarnya Yang Menarik | contoh gambar iklan komersial

Image Source: mahatekno.com

contoh gambar iklan komersial
apa tujuan iklan komersial?berikan contohnya! – Brainly.co.id | contoh gambar iklan komersial

Image Source: z-dn.net

contoh gambar iklan komersial
Contoh Iklan Annia’s Life | contoh gambar iklan komersial

Image Source: wordpress.com

contoh gambar iklan komersial
Contoh Iklan Komersial | contoh gambar iklan komersial

Image Source: ytimg.com

contoh gambar iklan komersial
Berikut Contoh Iklan Komersial yang Menjadikan Produk Anda Laku | contoh gambar iklan komersial

Image Source: blogspot.com

contoh gambar iklan komersial
Motion Graphic-Bubble Drink Suka-Suka (Iklan Komersial) | contoh gambar iklan komersial

Image Source: ytimg.com

contoh gambar iklan komersial
Jenis – Jenis Iklan dan Contoh – Contoh beserta Gambar Iklan | contoh gambar iklan komersial

Image Source: blogspot.com

contoh gambar iklan komersial
20 Contoh Iklan Berbagai Tema dan Penjelasannya (+Gambar) | contoh gambar iklan komersial

Image Source: nesabamedia.com

contoh gambar iklan komersial
Pengertian Iklan: Jenis, Tujuan dan Contoh Gambar DianAgung | contoh gambar iklan komersial

Image Source: dianagung.com

contoh gambar iklan komersial
Contoh iklan komersial (Bahasa Jawa) – YouTube | contoh gambar iklan komersial

Image Source: ytimg.com

contoh gambar iklan komersial
√ Contoh Iklan Bahasa Jawa Terbaru dan Terlengkap fatasama.com | contoh gambar iklan komersial

Image Source: i2.wp.com

contoh gambar iklan komersial

Sumber gambar, SABRINNA VALISCE

contoh gambar iklan komersial
contoh iklan komersil – TORIOLO.COM | contoh gambar iklan komersial

Image Source: toriolo.com

Sabrinna Valisce kesatu kali ditawari NZ$100 untuk bersangkutan seks saat mengenakan seragam sekolah.

Sepanjang mayoritas hidupnya sebagai pekerja seks komersial di Selandia Baru, Sabrinna Valisce berusaha untuk dekriminalisasi perniagaan seks.

Namun saat kampanyenya berhasil, dia berubah benak dan kini berasumsi bahwa semua pria yang memakai jasa PSK seharusnya dituntut secara hukum.

Ketika Sabrinna Valisce berusia 12 tahun, ayahnya bunuh diri. Peristiwa tersebut mengganti total hidupnya. Ibunya lantas menikah lagi dan family baru tersebut pindah dari Australia ke Wellington, Selandia Baru. Di tempat tersebut hidupnya menyedihkan.

“Saya amat tidak bahagia. Ayah saya kasar dan tidak terdapat orang guna berbicara,” kata Valisce.

Dia memiliki mimpi menjadi penari profesional dan mendirikan ruang belajar balet ketika istirahat santap siang di sekolahnya, yang ternyata amat populer hingga sebuah kumpulan tari terkenal, Limbs, datang menyerahkan pelajaran.

Namun hanya sejumlah bulan kemudian, dia berkeliaran di jalanan dengan memasarkan seks guna bertahan hidup.

Dalam perjalanan pulang melalui taman dari sekolah, seorang lelaki menawarkannya NZ$100 untuk bersangkutan seks.

“Saya mengenakan seragam sekolah jadi tidak ada kesalahan tentang umur saya,” kenangnya.

Valisce memakai uang tersebut untuk lari ke Auckland dan menginap di suatu hostel YMCA.

“Saya mengupayakan menelepon seseorang guna meminta pertolongan lewat telepon umum yang sedang di luar hostel, tetapi sedang sibuk jadi saya menunggu.”

“Polisi datang dan bertanya apa yang saya lakukan. Saya menuliskan ‘menunggu untuk memakai telepon.”

Sumber gambar, Getty Images

Jalan Karangahape saat difoto pada tahun 2003, tak lama sesudah UU yang mensahkan prostitusi diloloskan.

Aparat lantas menunjuk bahwa tidak terdapat yang memakai telepon umum tersebut sehingga tidak butuh menunggu. Mereka merasa sudah beranggapan ‘amat jelas’, tutur Valisce, tetapi tampaknya tidak mengerti saat dia menyatakan bahwa telepon yang bakal dia tuju yang sedang sibuk.

“Mereka menggali kondom karena berasumsi saya ialah pekerja seks komersial berhubung di belakang YMCA ialah Jalan Karangahape yang merupakan area prostitusi yang tersohor.”

“Ironisnya, urusan tersebut memberi saya usulan untuk menemukan uang. Polisi menciptakan saya fobia tapi saya tahu bakal kembali ke jalanan andai tidak punya duit tunai dan diajak menghadap dinding untuk dicek serta ditakut-takuti, menciptakan saya beranggapan bahwa tidak terdapat perbedaan andai saya PSK atau bukan.”

Valisce berlangsung ke Jalan Karangahape dan menanyakan saran untuk salah seorang wanita yang bekerja di sana.

Dia menunjuk ke arah dua gang lokasi Valisce dapat bekerja. “Dia pun memberi saya satu kondom, menyatakan tarif dasar dan menyarankan supaya membuat mereka (pelanggan) meminta layanan yang saya siap kerjakan dan menghindari untuk menampik layanan yang saya tidak siap lakukan. Dia amat baik. Perempuan Samoa, masih terlampau muda di sana, dan jelas dia telah lama sedang di sana.”

Tahun 1989, sesudah dua tahun bekerja di jalanan, Valisce mendatangi pusat pemberdayaan New Zealand Prostitutes Collective, NZPC, di Christchurch.

“Saya menggali dukungan, barangkali untuk dapat ke luar dari prostitusi tetapi yang saya terima ialah tawaran guna mendapat kondom.”

Dia pun diundang guna bergabung dengan acara teratur kumpul-kumpul masing-masing Jumat malam seraya minum anggur dan santap keju.

“Mereka mulai membicarakan tentang stigma atas ‘pekerja seks’ ialah hal yang terjelek dalam perniagaan seks dan bahwa prostitusi ialah sama seperti kegiatan lainnya,” kenang Valisce.

Satu pandangan yang menciptakan bahwa yang dikerjakannya tersebut jadi dapat lebih diterima.

Valisce lantas menjadi koordinator ruang pijat di pusat itu dan pun pendukung yang energik dalam kampanye untuk menciptakan semua aspek perniagaan seks -termasuk mucikari- bukan perbuatan pelanggaran hukum.

“Saya merasa seperti suatu revolusi bakal datang. Saya amat gembira dengan bagaimana dekriminalisasi akan menciptakan hal-hal menjadi lebih baik untuk perempuan.”

Dekriminalisasi tersebut tercapai pada tahun 2003 dan Valisce ikut merayakannya dalam pesta di NZPC.

Tak lama lantas dia kecewa.

Undang-undang Reformasi Prostitusi memungkinkan lokasi tinggal bordil boleh beroperasi sebagai suatu usaha yang resmi, suatu usaha percontohan yang dipuja sebagai pilihan sangat aman untuk perempuan dalam dunia perniagaan seks.

Di Inggris, suatu komite di Kementrian Dalam Negeri telah mempertimbangkan sebanyak pendekatan yang bertolak belakang untuk perniagaan seks, termasuk pun dekriminalisasi menyeluruh. Namun di Selandia Baru, urusan tersebut adalah bencana karena melulu menguntungkan mucikari dan semua pembeli seks.

“Saya kira bakal memberi lebih tidak sedikit kekuatan dan hak untuk perempuan. Namun saya segera menyadari bahwa yang kebalikannya yang terjadi.”

Salah satu masalahnya ialah karena memungkinkan empunya bordil menawarkan ‘satu paket lengkap’ untuk para pembeli, yang menunaikan jumlah tertentu untuk mengerjakan semua urusan yang mereka mau dengan seorang perempuan.

“Satu urusan yang kami dijanjikan tidak bakal terjadi ialah ‘paket lengkap,” kata Valisce. “Karena itu dengan kata lain perempuan tidak akan dapat menetapkan harga atau menilai layanan seksual mana yang mereka tawarkan dan mereka tolak, yang menjadi tumpuan utama dari dekriminalisasi dan seharusnya menjadi kelebihannya.”

Sumber gambar, Getty Images

Ketika prostitusi diabsahkan tahun 2003 di Selandia Baru, suatu iklan menggali PSK keluar di koran.

Pada umur 40 tahun, Valisce mendekati suatu bordil di Wellington untuk menggali pekerjaan dan terkejut dengan yang dilihatnya.

“Dalam jam kerja kesatu, saya menyaksikan seorang wanita yang pulang dari pekerjaan menemani yang menderita kepanikan- gemetaran, menangis, dan tak dapat berbicara. Resepsionis berteriak kepadanya supaya kembali bekerja. Saya ambil dagangan saya dan pergi.”

Tak lama setelah tersebut dia mengatakan untuk pusat pemberdayaan mengenai peristiwa yang telah disaksikannya. “Apa yang akan saya dan anda lakukan untuk itu?” Apakah anda mempunyai layanan guna membantu?”

Dia ‘sama sekali tidak diperdulikan’ kenangnya dan kesudahannya meninggalkan NZPC.

Pusat pekerja seks komersial itu ialah satu-satunya sumber dukungannya, suatu tempat tujuan saat tidak terdapat orang yang menghakiminya sebab bekerja di perniagaan seks.

Ketika menjadi sukarelawan di lokasi itulah, dia mengawali perjalanannya guna menjadi seorang ‘abolisionis’ atau yang membangkang perbudakan.

“Salah satu tugas saya di NZPC ialah menyiapkan kliping koran. Ada satu yang saya baca: tentang seseorang yang berkata tentang menangis tetapi tidak mengetahui mengapa dan hingga mereka ke luar (dari perniagaan seks) baru mereka menyadari perasaan-perasaan yang dulu itu.”

“Saya melewatinya selama sejumlah tahun, saya tidak tahu apa yang terjadi mengapa perasaan saya laksana itu? Dan menyadari saat membacanya: ‘Ya Tuhan, tersebut saya.”

Valisce tidak berpaling lagi.

Sumber gambar, JUSTIN TALLIS/ GETTY

Kelompok English Collective of Prostitutes di Inggris pun berkampanye guna dekriminalisasi prostitusi.

Dia meninggalkan prostitusi mula tahun 2011 dan pindah ke Gold Coast di Queensland, Australia, menggali arah hidup yang baru tetapi bingung dan tertekan. Ketika tetangganya hendak merekrutnya ke dalam prostitusi lewat kamera komputer, dia menampik dengan sopan.

“Saya merasa terdapat stempel ‘pelacur’ di kening saya. Bagaimana dia tahu hingga bertanya untuk saya? Saya sekarang tahu bahwa menjadi perempuan ialah satu-satunya alasan,” tutur Valisce.

Setelah tersebut tetangganya mengucapkan hinaan masing-masing kali menyaksikan Valisce.

Dia mulai bertemu dengan semua perempuan lewat internet, semua feminis yang membangkang dekriminalisasi dan menyinggung diri sebagai ‘abolisionis’ -dengan pemikiran suatu proyek percontohan yang sedang dipertimbangkan oleh komite di Kementerian Dalam Negeri Inggris, yakni mengkriminalkan mucikari dan pembeli seks namun melepaskan orang yang menjadi pekerja seks.

Valisce lantas mendirikan Feminis Radikal Australia dan diundang ke suatu konferensi di Universitas Melbourne, tahun lalu. Konferensi tersebut adalah acara ‘abolisionis yang pernah dilangsungkan di Australia, yang sebanyak negara bagiannya telah mensahkan lokasi tinggal bordil.

Melbourne sendiri telah mensahkan lokasi tinggal bordil semenjak pertengahan 1980-an dan mendapat tidak sedikit dukungan setempat meski berkembang pun perlawanan atasnya.

Dia menyinggung periode ini -menjadi seorang pegiat feminisme yang membangkang perdagangan seks dan merasa terbebas dari masa lalunya- sebagai ‘awal hidup baru’.

“Saya tadinya terbebas secara emosi, lantas secara fisik, dan kesudahannya secara intelektual,” katanya.

Setelah konferensi, Valisce pergi ke dokter yang mendiagnosanya mengidap penyakit seks menular, atau PTSD.

“Itu hasil dari masa-masa saya di prostitusi, tersebut mempengaruhi saya dengan buruk dan saya ingin dapat mengatasi dampaknya. Butuh masa-masa yang lama guna merasa sebagai satu borongan lagi,” katanya.

Bagi Valisce, terapi terbaik ialah bekerja bareng para wanita yang mengetahui bagaimana merasakan perdagangan seks dan pun dengan mereka yang berkampanye guna mengungkapkan bahaya dari prostitusi.

Dia pun bertekad untuk memastikan para wanita yang seringkali dibungkam oleh penindasnya menjadi dapat bersuara.

“Bukan destinasi saya untuk menciptakan orang terperangkap dalam industri tersebut atau menuliskan orang ke luar dari sana,” jelasnya. “Namun saya hendak membuatnya jadi berbeda, dengan berkata sebanyak barangkali yang saya dapat lakukan untuk menolong para wanita lain.”

Julie Bindel ialah penulis kitab ‘The pimping of prostitution: Abolishing the Sex Work Myth’

Apa pengertian dasar dari periklanan?

Periklanan yakni semua wujud promo yang punya tujuan buat merayu satu orang biar mengerjakan suatu hal.sebuah hal. Ini dapat apa dari produk, pelayanan, website, atau acara.

Tujuan khusus periklanan yaitu untuk mempertingkat pemasaran, yang rata-rata berlangsung di saat pembeli dirayu untuk beli brand atau barang khusus.

Tujuan periklanan?

Bisnis memanfaatkan iklan untuk menyentuh konsumen prospektif, sementara organisasi nirlaba memanfaatkan iklan buat kumpulkan uang. Tetapi, usaha kerap habiskan kebanyakan uang buat iklan, tersebut penyebabnya mereka selanjutnya kehilangan uang

Apa itu iklan dan misalnya?

Periklanan merupakan trik mempromokan barang serta layanan memakai pesan non-pribadi. Misalnya termaksud iklan tv, iklan radio, papan spanduk, media pers, majalah, serta wujud media pers yang lain. periklanan menolong usaha mendatangkan penghasilan buat produk atau pelayanan mereka.

Apa fungsi memasang iklan?

Periklanan menolong usaha tumbuh karena mereka jual produk atau pelayanan yang diperlukan customer. Trik terbaik buat usaha buat berpromosi yaitu lewat iklan pelacakan berbayar, seperti Google Adwords. Iklan penelusuran berbayar menciptakan potensial serta menambah pemasaran.

Apa alasan untuk berpromosi?

Iklan dipakai buat menciptakan penerimaan pemasaran untuk usaha. Maksud inti periklanan untuk menaikkan kesadaran merk, yang ke arah pada kenaikan permohonan konsumen setia, dan selanjutnya semakin banyak pemasaran.

advertising bekerja paling bagus kalau direncanakan di tujuan pasar yang cocok, dan ditaruh di mana konsumen habiskan waktu.

Apa kerugian dari beriklan?

Periklanan sudah jadi kejahatan yang dibutuhkan buat usaha di dunia sekarang ini. Walaupun sebagian orang barangkali memiliki pendapat jika iklan ialah membuang-buang uang, sesungguhnya, iklan merupakan hanya satu metode buat mencapai customer yang cari apa yang Anda pasarkan. Tapi, iklan dapat mahal, serta penting buat memutuskan unit iklan yang benar buat usaha Anda.

Apa peranan dari beriklan?

Periklanan yaitu proses mempromokan suatu buat dipasarkan. Saat kita memasang iklan, kita mau menarik konsumen yang hendak beli produk kita. Iklan menolong kami menyentuh calon konsumen setia, serta kami mengharapkan mereka akan ketarik lewat produk kami.

Iklan dipakai untuk menciptakan penghasilan. Kita dapat jual iklan kita langsung ke advertiser, atau kita dapat gunakan jaringan iklan seperti Google Adsense. Ada pelbagai type iklan, seperti iklan bermotif, optimasi mesin perayap, dan iklan gadget.

Sebutkan 4 tipe beriklan?

Periklanan yaitu promo produk atau service lewat langkah berbayar. Empat macam inti iklan yakni iklan respon langsung, iklan brand, iklan pertalian orang, dan sponsorship. Tiap-tiap macam iklan punya kekurangan dan kelebihannya semasing.

Misalnya, iklan tanggapan langsung memungkinnya hasil yang cepat maka dari itu Anda bisa mencoba pelbagai iklan secara cepat. Akan tetapi, itu mahal dan memerlukan pengawasan tanpa henti. Iklan branding menciptakan kesadaran terkait perusahaan Anda serta mempromokan citra Anda. Iklan jalinan warga bangun keyakinan di antara perusahaan Anda serta konsumen setia. Paling akhir, sponsorship memberi support keuangan.

Apa saja 7 guna periklanan?

Tujuh peranan advertising merupakan membentuk kesadaran, menghidupkan ketertarikan, menggoda konsumen buat beli, mempertingkat pemasaran, meningkatkan komitmen konsumen, membentuk interaksi, serta mempertingkat rekam jejak. Iklan bisa dipakai untuk memengaruhi sikap, kepercayaan, pemikiran, emosi, nilai, dan tabiat pelanggan.

Bagaimana langkah menulis iklan yang bagus?

Iklan yang bagus harus dicatat dengan bagus, terang, serta langsung. Mereka harus juga sertakan ajakan lakukan tindakan untuk menggerakkan pembaca datang website Anda atau beli produk Anda.

contoh gambar iklan komersial

Sumber gambar, SABRINNA VALISCE

Sabrinna Valisce kesatu kali ditawari NZ$100 untuk bersangkutan seks saat mengenakan seragam sekolah.

Sepanjang mayoritas hidupnya sebagai pekerja seks komersial di Selandia Baru, Sabrinna Valisce berusaha untuk dekriminalisasi perniagaan seks.

Namun saat kampanyenya berhasil, dia berubah benak dan kini berasumsi bahwa semua pria yang memakai jasa PSK seharusnya dituntut secara hukum.

Ketika Sabrinna Valisce berusia 12 tahun, ayahnya bunuh diri. Peristiwa tersebut mengganti total hidupnya. Ibunya lantas menikah lagi dan family baru tersebut pindah dari Australia ke Wellington, Selandia Baru. Di tempat tersebut hidupnya menyedihkan.

“Saya amat tidak bahagia. Ayah saya kasar dan tidak terdapat orang guna berbicara,” kata Valisce.

Dia memiliki mimpi menjadi penari profesional dan mendirikan ruang belajar balet ketika istirahat santap siang di sekolahnya, yang ternyata amat populer hingga sebuah kumpulan tari terkenal, Limbs, datang menyerahkan pelajaran.

Namun hanya sejumlah bulan kemudian, dia berkeliaran di jalanan dengan memasarkan seks guna bertahan hidup.

Dalam perjalanan pulang melalui taman dari sekolah, seorang lelaki menawarkannya NZ$100 untuk bersangkutan seks.

“Saya mengenakan seragam sekolah jadi tidak ada kesalahan tentang umur saya,” kenangnya.

Valisce memakai uang tersebut untuk lari ke Auckland dan menginap di suatu hostel YMCA.

“Saya mengupayakan menelepon seseorang guna meminta pertolongan lewat telepon umum yang sedang di luar hostel, tetapi sedang sibuk jadi saya menunggu.”

“Polisi datang dan bertanya apa yang saya lakukan. Saya menuliskan ‘menunggu untuk memakai telepon.”

Sumber gambar, Getty Images

Jalan Karangahape saat difoto pada tahun 2003, tak lama sesudah UU yang mensahkan prostitusi diloloskan.

Aparat lantas menunjuk bahwa tidak terdapat yang memakai telepon umum tersebut sehingga tidak butuh menunggu. Mereka merasa sudah beranggapan ‘amat jelas’, tutur Valisce, tetapi tampaknya tidak mengerti saat dia menyatakan bahwa telepon yang bakal dia tuju yang sedang sibuk.

“Mereka menggali kondom karena berasumsi saya ialah pekerja seks komersial berhubung di belakang YMCA ialah Jalan Karangahape yang merupakan area prostitusi yang tersohor.”

“Ironisnya, urusan tersebut memberi saya usulan untuk menemukan uang. Polisi menciptakan saya fobia tapi saya tahu bakal kembali ke jalanan andai tidak punya duit tunai dan diajak menghadap dinding untuk dicek serta ditakut-takuti, menciptakan saya beranggapan bahwa tidak terdapat perbedaan andai saya PSK atau bukan.”

Valisce berlangsung ke Jalan Karangahape dan menanyakan saran untuk salah seorang wanita yang bekerja di sana.

Dia menunjuk ke arah dua gang lokasi Valisce dapat bekerja. “Dia pun memberi saya satu kondom, menyatakan tarif dasar dan menyarankan supaya membuat mereka (pelanggan) meminta layanan yang saya siap kerjakan dan menghindari untuk menampik layanan yang saya tidak siap lakukan. Dia amat baik. Perempuan Samoa, masih terlampau muda di sana, dan jelas dia telah lama sedang di sana.”

Tahun 1989, sesudah dua tahun bekerja di jalanan, Valisce mendatangi pusat pemberdayaan New Zealand Prostitutes Collective, NZPC, di Christchurch.

“Saya menggali dukungan, barangkali untuk dapat ke luar dari prostitusi tetapi yang saya terima ialah tawaran guna mendapat kondom.”

Dia pun diundang guna bergabung dengan acara teratur kumpul-kumpul masing-masing Jumat malam seraya minum anggur dan santap keju.

“Mereka mulai membicarakan tentang stigma atas ‘pekerja seks’ ialah hal yang terjelek dalam perniagaan seks dan bahwa prostitusi ialah sama seperti kegiatan lainnya,” kenang Valisce.

Satu pandangan yang menciptakan bahwa yang dikerjakannya tersebut jadi dapat lebih diterima.

Valisce lantas menjadi koordinator ruang pijat di pusat itu dan pun pendukung yang energik dalam kampanye untuk menciptakan semua aspek perniagaan seks -termasuk mucikari- bukan perbuatan pelanggaran hukum.

“Saya merasa seperti suatu revolusi bakal datang. Saya amat gembira dengan bagaimana dekriminalisasi akan menciptakan hal-hal menjadi lebih baik untuk perempuan.”

Dekriminalisasi tersebut tercapai pada tahun 2003 dan Valisce ikut merayakannya dalam pesta di NZPC.

Tak lama lantas dia kecewa.

Undang-undang Reformasi Prostitusi memungkinkan lokasi tinggal bordil boleh beroperasi sebagai suatu usaha yang resmi, suatu usaha percontohan yang dipuja sebagai pilihan sangat aman untuk perempuan dalam dunia perniagaan seks.

Di Inggris, suatu komite di Kementrian Dalam Negeri telah mempertimbangkan sebanyak pendekatan yang bertolak belakang untuk perniagaan seks, termasuk pun dekriminalisasi menyeluruh. Namun di Selandia Baru, urusan tersebut adalah bencana karena melulu menguntungkan mucikari dan semua pembeli seks.

“Saya kira bakal memberi lebih tidak sedikit kekuatan dan hak untuk perempuan. Namun saya segera menyadari bahwa yang kebalikannya yang terjadi.”

Salah satu masalahnya ialah karena memungkinkan empunya bordil menawarkan ‘satu paket lengkap’ untuk para pembeli, yang menunaikan jumlah tertentu untuk mengerjakan semua urusan yang mereka mau dengan seorang perempuan.

“Satu urusan yang kami dijanjikan tidak bakal terjadi ialah ‘paket lengkap,” kata Valisce. “Karena itu dengan kata lain perempuan tidak akan dapat menetapkan harga atau menilai layanan seksual mana yang mereka tawarkan dan mereka tolak, yang menjadi tumpuan utama dari dekriminalisasi dan seharusnya menjadi kelebihannya.”

Sumber gambar, Getty Images

Ketika prostitusi diabsahkan tahun 2003 di Selandia Baru, suatu iklan menggali PSK keluar di koran.

Pada umur 40 tahun, Valisce mendekati suatu bordil di Wellington untuk menggali pekerjaan dan terkejut dengan yang dilihatnya.

“Dalam jam kerja kesatu, saya menyaksikan seorang wanita yang pulang dari pekerjaan menemani yang menderita kepanikan- gemetaran, menangis, dan tak dapat berbicara. Resepsionis berteriak kepadanya supaya kembali bekerja. Saya ambil dagangan saya dan pergi.”

Tak lama setelah tersebut dia mengatakan untuk pusat pemberdayaan mengenai peristiwa yang telah disaksikannya. “Apa yang akan saya dan anda lakukan untuk itu?” Apakah anda mempunyai layanan guna membantu?”

Dia ‘sama sekali tidak diperdulikan’ kenangnya dan kesudahannya meninggalkan NZPC.

Pusat pekerja seks komersial itu ialah satu-satunya sumber dukungannya, suatu tempat tujuan saat tidak terdapat orang yang menghakiminya sebab bekerja di perniagaan seks.

Ketika menjadi sukarelawan di lokasi itulah, dia mengawali perjalanannya guna menjadi seorang ‘abolisionis’ atau yang membangkang perbudakan.

“Salah satu tugas saya di NZPC ialah menyiapkan kliping koran. Ada satu yang saya baca: tentang seseorang yang berkata tentang menangis tetapi tidak mengetahui mengapa dan hingga mereka ke luar (dari perniagaan seks) baru mereka menyadari perasaan-perasaan yang dulu itu.”

“Saya melewatinya selama sejumlah tahun, saya tidak tahu apa yang terjadi mengapa perasaan saya laksana itu? Dan menyadari saat membacanya: ‘Ya Tuhan, tersebut saya.”

Valisce tidak berpaling lagi.

Sumber gambar, JUSTIN TALLIS/ GETTY

Kelompok English Collective of Prostitutes di Inggris pun berkampanye guna dekriminalisasi prostitusi.

Dia meninggalkan prostitusi mula tahun 2011 dan pindah ke Gold Coast di Queensland, Australia, menggali arah hidup yang baru tetapi bingung dan tertekan. Ketika tetangganya hendak merekrutnya ke dalam prostitusi lewat kamera komputer, dia menampik dengan sopan.

“Saya merasa terdapat stempel ‘pelacur’ di kening saya. Bagaimana dia tahu hingga bertanya untuk saya? Saya sekarang tahu bahwa menjadi perempuan ialah satu-satunya alasan,” tutur Valisce.

Setelah tersebut tetangganya mengucapkan hinaan masing-masing kali menyaksikan Valisce.

Dia mulai bertemu dengan semua perempuan lewat internet, semua feminis yang membangkang dekriminalisasi dan menyinggung diri sebagai ‘abolisionis’ -dengan pemikiran suatu proyek percontohan yang sedang dipertimbangkan oleh komite di Kementerian Dalam Negeri Inggris, yakni mengkriminalkan mucikari dan pembeli seks namun melepaskan orang yang menjadi pekerja seks.

Valisce lantas mendirikan Feminis Radikal Australia dan diundang ke suatu konferensi di Universitas Melbourne, tahun lalu. Konferensi tersebut adalah acara ‘abolisionis yang pernah dilangsungkan di Australia, yang sebanyak negara bagiannya telah mensahkan lokasi tinggal bordil.

Melbourne sendiri telah mensahkan lokasi tinggal bordil semenjak pertengahan 1980-an dan mendapat tidak sedikit dukungan setempat meski berkembang pun perlawanan atasnya.

Dia menyinggung periode ini -menjadi seorang pegiat feminisme yang membangkang perdagangan seks dan merasa terbebas dari masa lalunya- sebagai ‘awal hidup baru’.

“Saya tadinya terbebas secara emosi, lantas secara fisik, dan kesudahannya secara intelektual,” katanya.

Setelah konferensi, Valisce pergi ke dokter yang mendiagnosanya mengidap penyakit seks menular, atau PTSD.

“Itu hasil dari masa-masa saya di prostitusi, tersebut mempengaruhi saya dengan buruk dan saya ingin dapat mengatasi dampaknya. Butuh masa-masa yang lama guna merasa sebagai satu borongan lagi,” katanya.