Nasib Warnet akan sama seperti Wartel ?

Pertanyaan ini memang sedikit membuat gelisah dan mengganggu para pengusaha warnet baik yang akan memulai dan yang sudah menjalani. Di salah satu milis IT Indonesia, kemarin saya sempat berdiskusi (baca : debat) dengan seorang peserta Milis yang menVonish bahwa bisnis warnet di tahun 2012 ini sudah berbeda jauh dengan 5 tahun sebelumnya bahkan telah di anggap sudah hampir mendekati rekan lamanya yaitu Wartel. Dimana anggapan dia, sekarang sudah banyak ISP yang menyediakan akses internet murah sebut saja Fl*** yang cukup Rp 50.000,- sudah bisa akses unlimeted, Sm*** yang di bawah Rp 50.000,- juga sudah bisa mendapatkan akses Unlimeted. Juga akhir-akhir ini Spe*** sudah mulai gencar mempromosikan tarif promo barunya yang sebenarnya nggak langgeng alias cuman di 3 bulan pertama dan setelahnya menjadi normal seperti semula. Boleh-boleh saja rekan saya di milis tersebut beranggapan seperti itu namun bagi saya TIDAK, berani saya katakan bahwa bisnis warnet masih bisa survive hingga 10 tahun kedepan, karena saya punya analisa yang berbeda dengan rekan saya tersebut.

Flash back sedikit, ketika awal-awal kuliah saya dijogja yaitu tahun 1998, saat itu Wartel memang masih berjaya, hingga salah satu wartel dekat kos saya yang bernama WARTEL ANGKASA di wajibkan mengambil nomor antrian untuk menggunakan fasilitas telephone di wartel itu di malam hari (karena tarif discount hanya di malam hari hingga subuh). Mengapa hal itu bisa terjadi ? karena saat itu orang yang memiliki Handphone masih sangat langka.

Pemilik handphone saat itu hampir bisa di bilang hanya dari kalangan elit dan burjois. Selain harga Handphone yang cukup mahal, harga kartu perdana pun juga mahal saat itu termurah di harga Rp 500.000 juga isi ulang termurah hanya di angka Rp 100.000 dan di ikutin pula dengan tarif komunikasinya yang terbilang mahal !.

Gambar 1: Ruangan Wartel

Sehingga waktu itu orang masih tetap menggunakan Wartel untuk berkomunikasi Lokal maupun Interlokal. Namun memasuki tahun 2000’an, perlahan wartel mulai terlihat longgar dan tidak nampak lagi antrian di malam hari, karena pada saat itu sudah mulai banyak mahasiswa/i yang memiliki Handphone termasuk saya sendiri waktu itu. Hingga puncaknya pada saat ini, harga Handphone sudah sangat terjangkau sekali dan hampir bisa di pastikan semua orang yang tinggal di kota maupun desa (kecuali mungkin pedalaman) sudah memiliki handphone sendiri. Dan juga di dukung dengan murahnya kartu perdana serta tarif telephone ke sesama operator saat ini, bahkan ada operator yang menawarkan tarif telephone Rp 0,-  maka wajar jika saat ini Wartel sudah “menemui ajalnya”.

Gambar 2: Fasilitas Telephone Umum

Lalu apakah nasib Warnet akan seperti Wartel yang sudah menemui ajalnya sekarang ? pastinya hampir bisa terjawab yaitu “BISA“, namun TIDAK SEKARANG. Nasib Warnet memang satu saat akan sama seperti Wartel KETIKA hampir smua orang di desa maupun kota sudah memiliki Komputer sendiri layaknya Handphone dan Tarif internet “eceran” Rp 50.000’an itu sudah memiliki kualitas yang bagus dan stabil.

Mari sejenak kita melihat kekiri dan kekanan, apakah kondisi tersebut sudah terpenuhi ? dimana semua pemilik Handphone juga sudah punya Komputer dan Internet sendiri di rumah ? masih jauh seperti harapan khan ? karena masih banyak orang yang belum memiliki komputer sendiri di rumah dan koneksi internet sendiri di rumah. Apalagi untuk bermain game online ? di butuhkan resource hardware tinggi yang tentunya harga perangkatnya akan sedikit mahal dan juga rasanya berat jika bermain game Online via internet Rp 50.000’an unlimeted ? walaupun bisa pasti sangat tidak nyaman.

Jadi untuk memenuhi kondisi dimana semua orang memiliki komputer setara dengan banyak nya orang yang punya Handphone, saya rasa masih cukup lama terutama untuk warga yang tinggal di daerah pinggiran. So, buat saya …. Warnet dan Game Online masih akan Survive hingga 10 tahun kedepan bahkan lebih. CMIIW

norjik

Bernama asli Imam Hojali, Alumnus Strata 1 STMIK AKAKOM Yogyakarta Jurusan Teknik Informatika. Menulis Blog sejak tahun 2006 di http://norjik.blogspot.com dan berlanjut di http://norjik.web.id, masih aktif sebagai Tenaga IT di salah satu Perusahaan Swasta di Kalimantan Timur

5 thoughts on “Nasib Warnet akan sama seperti Wartel ?

  • January 19, 2012 at 02:29
    Permalink
    Using Google Chrome Google Chrome 16.0.912.75 on Windows Windows XP

    mungkin saja bisa..tapi buat 5 tahun ke depan saya rasa warnet akan tetap di perlukan.kalau cuma untuk sekedar online buat jejaring sosial,email,dan browse ringan2 aja bisa lewat pc yang pakai modem standard.tapi klo buat para penggila games tentunya warnet masih jadi prioritas utama,ya tahu sendiri lah speed internet di warnet lebih cepat daripada modem.

    [Reply]

    norjik Reply:

    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 9.0.1 on Windows Windows XP

    Yap, setuju sekali mas :)

    [Reply]

  • January 28, 2012 at 16:37
    Permalink
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 9.0.1 on Windows Windows 7

    kalau saya bilang masih banyak perbedaan jauh, walaupun semua orang sudah punya komputer dan koneksi..

    warnet lebih unggul dalam spek komputer…dalam menampung game2 online yang di bilang makin lama makin keren grafisnya ..

    [Reply]

  • April 30, 2012 at 02:54
    Permalink
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 11.0 on Windows Windows 7

    Sangat memungkinkan sekali bilamana nanti semua orang memiliki koneksi internet sendiri2, tentunya dg koneksi internet indonesia yg lebih baik oleh provider yg gak menipu konsumen, maka warnet tinggal menunggu waktu untuk gulung tikar.

    [Reply]

  • July 15, 2012 at 18:00
    Permalink
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 7.0.1 on Windows Windows XP

    Dagdiug juga nih… aku pelakunya… sekarang si operator merangkap sebagai cs jualan OL… (yg penting servis memuaskan wkwkwk)

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *