‘Golden Gate’ oh ‘Golden Gate’

Suara panggilan telephone yang berkali-kali disore hari itu membangunkanku dari tidur siang, saya raih ponsel yang terletak sedikit agak jauh dari posisi saya tidur. Masih dalam posisi berbaring, saya lihat panggilan-panggilan tak terjawab yang telah masuk di ponsel itu. “Owh dia” begitu gumam saya ketika saya tau ternyata cuman telephone dari si “tukang miskol”.

Gambar 1 : Golden Gate di California

Ternyata si ‘tukang miscol‘ itu juga mengirim SMS ke saya yang isinya “oy bangun-bangun, golden gate runtuh“. Waktu itu saya tak faham apa yang dia maksud dengan ‘Golden Gate‘ sehingga saya tak terlalu memperdulikan isi sms nya. Lalu seperti biasa saya buka twitter untuk sekedar melihat tweet dari teman-teman. Dan saat itu pula saya kaget ketika akun @KotaBalikpapan meretweet informasi tentang runtuhnya jembatan tenggarong yang belakangan saya ketahui di kenal pula dengan istilah ‘Golden Gate’. Bukan tanpa alasan, jembatan ini bentuknya ternyata memang mirip dengan Jempatan Golden Gate yang menghubungkan kota San Francisco, California di Semenanjung San Francisco dan Kabupaten Marin, California.

Jembatan yang merentang panjang sejauh 710 meter di atas aliran Sungai Mahakam ini kemarin runtuh karena sebab yang belum bisa di pastikan hingga saat ini. Jembatan yang menjadi kebanggaan masyarakat tenggarong ini adalah jembatan yang biasa di gunakan sebagai sarana penghubung antara Kota Tenggarong menuju Kota Samarinda. Golden Gate, ya…Golden Gate nya Kalimantan Timur, karena jika anda berjalan di sepanjang jembatan ini mata anda akan dimanjakan dengan suguhan pemandangan yang sangat indah yaitu Pulau Kumala yang merupakan pulau kecil yang memisahkan Kota Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang. Pulau inipun juga telah menjadi salah satu objek pariwisata andalan warga tenggarong kutai kartanegara. ‘Golden Gate’ yang selesai dibangun tahun 2001 ini, memang benar-benar menawarkan view yang sangat indah terutama di waktu malam.

Gambar 2 : ‘Golden Gate’ nya Kutai Kartanegara

Namun, sayang amat sangat di sayangkan ‘Golden Gate’ yang berumur sekira 11 tahun ini harus runtuh kemarin hanya dalam waktu hitungan 30 detik, tragis sungguh sangat tragis. Mengapa jembatan megah yang katanya bisa bertahan hingga puluhan tahun ini bisa rubuh ? siapa yang salah ? semoga tidak ada yang di kambing hitamkan dalam persoalan ini dan yang terpenting semoga para korban meninggal dalam tragedi ini di terima di sisi-NYA dan keluarga yang di tinggalkan di berikan kekuatan serta para korban yang terakhir saya dengar masih 30?an orang belum di temukan agar segera bisa di temukan, amin amin amin ya robbal alamin.

Penulis norjik

Rakyat Indonesia Biasa, alumnus STMIK AKAKOM Yogyakarta Jurusan Tehnik Informatika. Menggemari dunia Tehnologi Informasi, masih aktif sebagai tenaga IT di salah satu perusahaan swasta di balikpapan

  • Facebook
  • twitter
  • Hatena
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image