(Flash Fiction) Digitalize Love

[Ting] Ada apa…?

[Tung] Aku kepengen ketemu sama kamu

[Ting] APAAA…???

[Tung] Jangan lebay deh, kalau gitu saya tunggu hari minggu di Cafe La’Amour jam 07:30 ok.

[Ting] Hadeh, baiklah saya akan datang.

[Tung] Eh yah, jangan lupa pakai baju yang bagus dan dandan yang cantik yah.

[Ting] 😀

Akhirnya hari itu tiba, yah… hari minggu dimana Andre akan bertemu dengan seseorang yang dia kenal melalui jejaring sosial. Andre sudah duduk manis di sebuah meja yang menghadap ke pantai yang ditemanin cahaya remang lilin. Deburan ombak menghiasi suasana hati Andre dan tiba-tiba Blackberrynya bergetar ternyata sebuah sms masuk ke inboxnya.

Tung… aku sudah sampai di Cafe La A’mour, kamu ada dimana???

Sebuah senyum manis mengembang di bibir Andrew “Ternyata dia tepat waktu juga,” gumamku. Kemudian Andre membalas smsnya.

Ting… kamu masuk aja, terus belok kiri jalan terus saya ada di meja luar.

Kemudian Nessa telah sampai di meja yang dimaksud oleh Andre. Jantungnya berdegub kencang sekali ini baru pertama kalinya Nessa janjian dengan seorang pria

“Hai,” sambil menepuk bahu Andre.

Kemudian Andre menoleh. Betapa terkejutnya Andre melihat sosok wanita yang berdiri di depannya. Andre mengenal Nessa karena mereka selalu satu sekolah namun mereka tidak pernah tau kalau satu kantor walau beda ruangan.

“Loh Nessa.”

“Hah, Andre.”

“Jadi yang selama ini Tung itu kamu toh Ndre.”

“Iya.”

“Dan selama ini saya chatting sama kamu Ness.”

“Hehehehehehe, iya.”

Mereka tak menyadari segala sesuatunya. Bahwa teknologi mempersatukan kembali masa-masa yang penuh kenangan bagi mereka berdua.

 

Hendy

Penulis cerpen dan cerita fiktif, aktif sebagai kontributor di kompasiana sebagai penulis. Hobi menulis dan bercita-cita ingin menjadi penulis cerpen fiksi terkenal kelak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *